Monday, July 5, 2010

Puisi Ibu

Puisi Ibu terbaru 2010 - Kumpulan puisi kali ini akan menampilkan beberapa puisi Ibu (puisi untuk ibu) yang masuk lewat form kirim puisi. Kalau kamu punya puisi tentang Ibu, bunda, ibunda dsb :D bisa dikirim, tapi karena sekarang form isiannya lagi bermasalah, jadi lain kali saja, hehe...



Nah, sekarang ini kamu nikmati saja beberapa puisi yang sudah berhasil masuk. Buat kamu yang lagi nyari puisi tentang ibu ini, semoga bisa menjadi inspirasi untuk pembuatan puisi kamu nantinya. Bukan begitu??? Begitu bukan...!!!!

Okelah, kalau begitu, langsung dicekidot aja puisi ibu berikut ini.








Puisi Seorang Anak untuk Ibu



Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan—

Untuk berjuang dalam pertempuran.

Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi

Doakanlah agar aku berhasil.



Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.

Merebut kemenangan di mana pun adanya.

Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis—

Biar kucari jalanku sendiri.



Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar

Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.

Aku akan tersenyum dan menghapus air mata—

Biar kuutarakan pikiranku.



Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku

Memahat tempatku, menjahit kainku

Ingatlah, saat aku melayari sungaiku—

Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.



(Mayank Ponimiring II ** bibirmerahmembabibuta@yahoo.com)



Itu puisi pertama, sepertinya menceritakan seorang anak yang hendak berpisah dengan ibunya untuk mengejar cita-citanya. Hmmh, perpisahan dengan ibu memang sangat menyedihkan dan mengharukan yah....?





Pulanglah Ibu

oleh: Laili Nurul H.



Tubuhmu kaku,

matamu kaku,

mulutmu membisu

napasmu terhenti sudah



Aku tahu

ibu telah pergi ke alam sana

yang tak pernah ada dalam bayanganku,

juga ku dengar bisikan



Oh ibu

tak lama ibu telah terkubur ditanah merah

hanya sendiri

dukaku ibu pasti tau menjalar sekujur tubuh

biarlah ibu pulanglah dengan tenang



Kalau puisi yang ditulis oleh Laila ini sepertinya tentang seorang anak yang ditinggal ibunya ( untuk selama-lamanya). Memang sangat menyentuh, tapi Syukurlah di akhir puisinya, si penulis sudah merelakan kepergian Ibunya. Yah, sebagai seorang anak hal terbaik adalah mendoakan Ibunya, bukan malah meratapi kesaedihan berlarut-larut, karena bagaimana pun doa dari seorang anak yg Soleh adalah yang paling berarti untuk Seorang Ibu di alam sana....



Kalau berbicara tentang ibu, saya selalu ingat lagunya Bang Iwan Fals nih. Ada yang menceritakan tentang ibu juga. Berikut ini lirik lagunya, saya tulis...





IBU



Ribuan kilo

jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu



Ibuku sayang

masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara…

kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…

ibu…

ibu



Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas…ibu…ibu….



Nah, untuk sementara itu dulu kumpulan puisi ibu yang saya sampaikan di sini.

No comments:

Post a Comment

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
free counters
 
bottom