Sunday, June 6, 2010

Puisi Perpisahan

Puisi perpisahan yang saya tulis di sini bukan tentang puisi perpisahan sekolah (SMP maupun SMA), melainkan puisi perpisahan dengan sahabat, dan juga puisi perpisahan dengan kekasih, pacar atau orang yang kita cinta. Kalau puisi tentang sahabat sudah saya tulis di artikel puisi sahabat. Hmmmh, berpisah dengan orang yang kita cinta memang sangat menyakitkan. Perasaan sedih dan takut kehilangan bercampur menjadi satu. Baru sehari berpisah sudah terasa setahun. Rasa rindu menyerang tak henti-hentinya (sampai bikin puisi rindu segala). Apakah itu yang sedang kamu rasakan sekarang???



Nah, daripada kamu melakukan hal-hal yang tidak-tidak (gantung diri di pohon jengkol atau jedot-jedotin kepala ke tembok) karena sedihnya berpisah dengan orang yang kamu cintai, orang yang kamu sayangi, lebih baik bikin puisi. Berikut ini beberapa puisi tentang perpisahan yang saya buat. Selamat menikmati





Pintu Perpisahan



untung tak bisa diraih

malang tak bisa ditolak

seperti juga siang dan malam

pertemuan dan perpisahan

adalah pasangan dalam kehidupan



bahagia dan derita

adalah dua sisi

dari koin yang sama



tapi

aku tak berani mengundi diri



semua kemungkinan terbuka

seperti pintu terbuka

bagi perpisahan ini





Catatan Perpisahan



Kasih..,

hujan yang turun

mengguyur kota kita senja tadi

tak mampu menyirami hatiku

yang kering karena duka



sepertinya ada kemarau panjang di hatiku

mungkin sepanjang jarak dan waktu

yang mengiringi perpisahan ini



ketika jemari tak sanggup lagi menggenggam

ketika peluk hanya melingkar di ruang kosong

hanya lengang kehilangan

dan kesendirian yang bisu



kekasihku..,

Desember kita yang kelabu

Januari kita yang biru

kini bungkam dalam catatanku





Senja Merah Jambu



Di senja merah jambu

yang merona seperti pipimu

aku pernah menaburkan mimpi

kau pun menyandarkan harapan bukan?

dan kita sama-sama mengumbar kemesraan



lalu mendung menggulung



satu lagi kemesraan yang robek

dalam gerimis

sementara aku belum mencatatnya sebagai kenangan



sementara kau masih saja menyalahkan waktu

dan aku memaki gurat-gurat takdir



Ah,

inilah cinta kita

serpihan mimpi yang kuhamburkan

mungkin sebagai kenangan yang luput dari ingatan



Oke lah, cukup dua saja dulu puisi perpisahan yang saya tulis. Buat kamu yang punya puisi tentang perpisahan dan ingin dipublikasikan di sini, silahkan kirim email ke lukasgentara@ipal.com. Nanti saya tampilkan di artikel puisi perpisahan ini.

No comments:

Post a Comment

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
free counters
 
bottom